Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Jin Ifrid Dalam Lampu Aladin Anda

Kalau Aladin membutuhkan sesuatu dia tinggal menggosok-gosok lampu wasiatnya. Lalu keluarlah Jin Ifrid yang siap diperintah tuannya, apapun juga.

Dalam diri kita ada satu sosok yang luar biasa hebatnya, yang bisa mewujudkan apa saja yang kita inginkan. Benar-benar ibarat jin ifrid yang ada di kisah Lampu Wasiat Aladin. Kalau kita “pandai” memanggil “jin” ini, kita bisa menyuruhnya melakukan apa saja yang kita mau. Bahkan termasuk hal-hal yang luar biasa, yang mustahil kita bisa.
Sosok luar biasa ini ada dalam diri kita. Dia menjaga kita sejak bayi sampai hari ini. Dia tak pernah tidur, selalu bekerja 24 jam non-stop. Dia bahkan menjaga kita saat kita sedang tidur. Dia belajar apapun yang kita ajarkan kepadanya, walau mungkin kita tak pernah merasa mengajarnya. Setiap kita mempelajari sesuatu, rekamannya ia simpan utuh, detil dan mudah dipanggil kembali oleh otak kita.

Sayangnya sosok hebat ini tak bisa berfikir. Benar-benar mirip Jin. Apalagi berfikir kritis. Ia hanya bisa menelan 100% apapun yang kita katakan padanya. Programnya sangat automatis. Namun sosok ini sangat patuh atas apapun perintah yang diberikan. Ia bisa melakukannya bahkan saat kita tidur, atau saat kita tak butuh lagi.



Sosok hebat itu adalah “otak bawah sadar” kita. Sebenarnya kurang merasa tepat dengan istilah otak bawah sadar itu, namun memang terminologi yang tepat masih belum bisa ditemukan. Saya lebih merasakan bahwa sosok hebat itu adalah sebenarnya jati-diri-murni kita. Dia lah yang menyimpan seluruh data rekaman diri kita, sejak usia hari pertama kita lahir, sampai detik ini. Semua rekaman itu ada padanya. Pada diri kita.
Jadi bukan pada “otak fisik” kita. Sebab “otak fisik” kita ini, akan kembali jadi tanah saat kita meninggalkan dunia ini. Dimana ilmu yang kita miliki selama ini?
Kita percaya, bahwa manusia bukanlah makhluk biologis semata, dengan jaringan materi fisik yang bisa kita lihat, kita bedah, atau kita isi dengan berbagai makanan. Selain tubuh-materi ini, kita juga memiliki tubuh-non-materi. Kita sebut saja tubuh-ruhani.

Tubuh ruhani inilah mungkin, menurut saya, apa yang disebut-sebut para ahli sebagai alam bawah sadar itu. Saya kira disebut demikian, karena para ahli belum bisa memecahkan kode rahasianya, hingga istilah itu memang lebih pas. Tubuh ruhani ini, tersusun tentu saja bukan dari unsur-unsur “dunia”, melainkan dari unsur-unsur “ukhrawi”, materi-materi yang bersifat ukhrawi, yang tentu saja kita tak kan bisa melihatnya.
Nah kembali ke otak bawah sadar tadi, sesungguhnya ini merupakan salah satu “alat” yang dimiliki oleh tubuh-ruhani (yaitu diri kita) untuk mengelola hidup kita. Dia akan berhubungan dengan bagian diri kita lainnya, yaitu otak sadar kita, dan mungkin dengan fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Otak sadar, secara fisik dia memang ada di kepala kita sebagai “rumahnya”, namun secara “hakiki” dia juga ada di tubuh-ruhani kita. Otak ini sangat kritis, cerdas, cenderung memberi penilaian dan verifikasi, namun dialah “sang komandan” yang bertugas memberi “perintah” kepada bawah sadar untuk melakukan sesuatu. Secara simbolis, otak sadar ini adalah “aladin” nya sedangkan “otak bawah sadar” adalah Jin Ifrid-nya.
Otak sadar yang sangat kritis sering memberi penilaian negatif terhadap kemampuan diri kita, bahkan terhadap kemampuan bawah sadar kita. Otak sadar kita hanya memberi perintah-perintah yang “masuk akal” saja, yang logis, ada data historis sebelumnya. Jika kita selama ini sering gagal, maka perintah yang diberikan otak sadar kita adalah perintah-perintah defensif.
Karena bawah sadar tak bisa berfikir, maka ia selalu membutuhkan “perintah”. Ia selalu berada dalam keadaan terprogram untuk “diperintah melakukan sesuatu”. Jika otak sadar tak memberikan perintah yang jelas, karena kekhawatiran yang tinggi misalnya, maka bawah sadar akan menganggap perintah itu adalah input-input dominan yang masuk ke dalam database-nya. Bila input kekhawatiran itu yang dominan, maka bawah sadar menganggap”apa yang dikhawatirkan itulah” perintah yang harus ia jalankan. Sebab itu akan terjadilah apa yang dikhawatirkan tsb. Persis bahkan.
Bila kita sering mengatakan secara berulang “nasibku buruk sekali”, maka jin ifrid (bawah sadar) itu akan menganggap kata-kata itulah perintah yang harus ia lakukan. Maka terjadilah seperti yang kita itu. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita memberi pesan " yang baik untuk otak bawah sadar kita.

Chicken Soup " Bersyukur dng apa yg ada"

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.



Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar -
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu -
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai -
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh -
Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu -
Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain -
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu -
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.


NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI!

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.



Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Berapa Besar Bobot Sebuah Doa?

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu
tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. "Tolonglah, Pak. Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang." John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi.", alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata, "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini." Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?" "Ya, Pak. Ini.", katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal." Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."



Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan
kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu
dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak
cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi
sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat." Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat
apa-apa. Karena tidak tahan, si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek : " Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tangan-Mu." Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya,dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya.

Si pemilik toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

MENUNDA NIKAH : SEBAB DAN SOLUSINYA

Menikah merupakan sunnah (jalan hidup)para nabi dan rasul 'alaihimus salam
sebagaimana difirmankan AllahSubhannahu wa Ta'ala, "Dan sesungguhnya Kami
telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka
istri-istri dan keturunan." (QS. Ar-Ra'd : 38).

Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hambaNya yangdengannya akan
diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi danmasyarakat, sehingga Allah
menjadikannya sebagai salah satu tuntutan syara'.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, "Dan kawinkanlah
orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut
(kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan." (QS. 24 : 32).



Menunda nikah kalau kita perhatikan, kini telah menjadi sebuah fenomenadi
masyarakat yang cukup menarik perhatian berbagai kalangan. Penundaantersebut
memiliki beberapa sebab, di antaranya ada yang berkaitandengan keluarga dan
masyarakat, ada pula yang terkait langsung denganpara pemuda dan pemudi
sendiri.

Di bawah ini di antara sebab-sebab yang menjadikan para pemuda dan pemudi
menunda nikah :

1. Lemahnya Pemahaman Syar'i Tentang Nikah
Seseorang jika tahu bahwa sesuatu itu adalah ibadah, maka segala apayang
dihadapinya akan tampak lebih ringan. Halangan dan rintangan yangada,
meskipun berat akan dihadapi dengan lapang dada dan penuhkesabaran, sehingga
urusan menjadi terasa lebih mudah. Di dalam nikah,terdapat beberapa bentuk
ibadah, di antaranya : Untuk menjaga parapemuda dan pemudi dari perbuatan
negatif dan dosa, serta untukmelahirkan generasi pilihan yang siap beribadah
kepada Allah,mendirikan shalat, berpuasa dan berjuang di jalanNya.

2. Biaya yang Berlebihan
Angka rupiah yang melambung tinggi untuk biaya nikah terkadang menjadimomok
tersendiri bagi para pemuda, sehingga hal itu menjadi beban bagidiri dan
keluarganya.
Masalah ini biasanya lebih dikarenakan alasan adat, ikut-ikutan,gengsi, atau
mengikuti trends. Ini semua menyalahi ajaran NabiShallallaahu alaihi wa
Salam dan merupakan penghalang bagipemuda-pemudi untuk menikah.

3. Terikat dengan Studi
Sebagian pemuda ada yang tidak memikirkan nikah sama sekali, kecualisetelah
selesai studinya. Bahkan hingga tingkat pasca sarjana ataudoktoral di luar
negeri, hingga bertahun-tahun. Demikian pula denganpara pemudinya yang
kuliah untuk dapat mengejar jenjang akademisnya,hingga mengabaikan masalah
pernikahan.

4. Kekeliruan Cara Pandang Terhadap Pemuda Pelamar
Ketika ada seorang pemuda melamar gadis, maka yang pertama ditanyakanadalah
apa pekerjaannya dan berapa penghasilan atau gajinya. Dan karenapenghasilan
yang kurang besar, banyak para pemuda yang tidak diterimalamarannya, padahal
tidak seharusnya demikian.

5. Banyaknya Pengaruh dari Orang Lain
Baik itu dari tetangga, kerabat, teman atau sesama pemuda, padahalmereka
bukanlah orang-orang yang faham ilmu syar'i. Orang-orangtersebut memberikan
pertimbangan- pertimbangan yang kurang proporsionalsehingga menjadikan lemah
dan kendornya semangat untuk menikah.

6. Belum Ketemu yang Didambakan
Ada sebagian pemuda yang menunda-nunda nikah karena mencari wanita
yangbetul-betul memenuhi kriteria impiannya, sempurna dari semua segi.Bahkan
boleh jadi ada yang membatalkan lamaran karena si wanita tadikurang tinggi
beberapa senti saja. Demikian pula dengan pemudinya yangmendambakan
laki-laki yang sempurna dari segala sisi, sehingga setiapada pemuda yang
melamar selalu ditolak karena tidak memenuhi kriteriayang didambakan.

7. Kurang Adanya Kerja Sama di Masyarakat
Kerjasama di masyarakat untuk saling memberi informasi pemuda-pemudi yang
siap menikah, dirasakan masih kurang.

8. Merebaknya Media yang Merusak
Seperti menampilkan acara-acara yang menggambarkan permasalahan-permasalahan
rumah tangga, pertengkaran suami istri, antara istridengan keluarga suami
dan lain-lain. Hal ini berpengaruh, ketikaseorang pemuda akan melamar, yaitu
munculnya persangkaan negatif danrasa curiga yang berlebihan.

9. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab di Kalangan Pemuda
Tidak adanya keseriusan seorang pemuda di dalam mengemban tanggungjawab
hidup, terkadang merupakan penghalang untuk menikah. Merekamerasa amat berat
dan lemah menghadapi kehidupan, apalagi kehidupanrumah tangga. Karena mereka
tumbuh dan terbiasa dalam kondisi santai,serba enak, dan dimanja.

10. Banyaknya Media dan Tempat Hiburan
Maraknya tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang merusak,
ditambahdengan sarana transportasi dan telekomunikasi yang tidak
dimanfaatkandengan benar menjadikan fitnah tersebar di mana-mana. Maka tak
jarangpemuda atau pemudi asyik dan terlena dengan semua itu, sehingga
tidakada perhatian sama sekali terhadap nikah.

11. Budaya Hubungan Pra-Nikah (Pacaran)
Jika seorang pemuda mengikat hubungan dengan pemudi sebelum menikah,maka
pada dasarnya sama saja dengan menjerumuskan diri ke dalam bahayadan
kesulitan. Hal ini juga berdampak kepada si gadis, ketika akandilamar, maka
mungkin dia menolak dengan alasan telah ada hubungandengan pemuda lain,
padahal sebenarnya pemuda tersebut bukanlahapa-apanya.

12. Keberatan Orangtua terhadap Anak Gadisnya
Terutama jika si anak memiliki penghasilan yang lumayan besar atau iaseorang
anak yang berbakti, biasanya si orangtua berat hati melepasnyakarena masih
ingin mendapat perhatian atau pelayanan darinya.

***

Solusi

Masalah menunda pernikahan bagi pemuda dan pemudi merupakan masalahyang
cukup serius dan memiliki dampak negatif yang amat banyak. Makasebagai jalan
keluarnya dalam kesempatan ini disampaikan beberapa sarankepada masyarakat
umum dan lebih khusus para orangtua dan walinya. Diantaranya yaitu :

1. Memberikan pengarahan secara intensif kepada masyarakat tentangtujuan
menikah, kebaikan yang diperoleh, hukum, dan adabnya. Hendaknyadisampaikan
secara sederhana dan dengan bahasa yang mudah. Tujuannyasupaya dapat
menghilangkan anggapan keliru seputar pernikahan masa muda.

2. Menyebarluaskan pernikahan para pemuda/pemudi dan memberikan pujian
kepada mereka serta orang tuanya.

3. Senantiasa mengingatkan bahwa usia yang paling utama untuk menikahadalah
di masa muda. Alangkah indah jawaban yang disampaikan olehseseorang ketika
ditanya, "Kapan usia yang tepat untuk menikah? Maka iamenjawab, "Kapan
selayaknya seseorang itu makan? Maka orang tentu akanmenjawab, "Ketika ia
lapar." Demikian pula ketika seorang remaja telahmelewati masa baligh, maka
itulah waktu yang sangat pas untuk menikahkarena tuntutan kebutuhan fithrah
dan sebagai penjagaan dari berbagaiperilaku negatif.

4. Memberikan dorongan dan anjuran kepada para orangtua dan kerabatagar
menikahkan putra-putrinya di usia muda serta memperingatkan akanbahaya dan
dampak negatif dari menunda-nundanya.

5. Membiasakan agar tidak bermewah-mewahan di dalam mengadakan walimah,sebab
hal ini sering menjadi masalah bagi para pemuda yang inginmenikah. Nabi
telah bersabda, "Adakan walimah meski hanya dengan seekor kambing!" Jelas
sekali bahwa walimah tidak harus memaksakan diri dengan sesuatu yang serba
mewah.

6. Mengajak kepada masyarakat agar memberikan keringanan dalam mahar
(maskawin).

7. Senantiasa memberikan dorongan dan anjuran untuk menikah, karena
iamerupakan salah satu sunnah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.

8. Hendaknya bagi orang yang memiliki kelebihan dan keluasan hartasupaya
memberikan bantuan kepada saudara, teman, atau kerabatnya yangmembutuhkan
biaya pernikahan demi untuk menjaga para pemuda dan pemudidari hal-hal yang
negatif. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan SyaikhMuhammad bin Shalih
al-Utsaimin memperbolehkan penyaluran dana zakatuntuk membantu para fakir
miskin yang membutuhkan biaya pernikahankhusus untuk membayar mahar dan
biaya pernikahan saja.

9. Menganjurkan para pemuda, baik melalui teman-temannya ataukerabatnya
supaya memberikan dorongan untuk menikah. Juga menganjurkanpara wali agar
bersegera menikahkan putrinya atau para gadis yangberada dalam
tanggungannya.

10. Memberikan kabar gembira bahwa menikah merupakan salah satu
sebabdibukanya pintu rizki, sebagaimana disabdakan Nabi Shallallaahu
alaihiwa Salam, "Tiga
orang yang akan dijamin pertolongan dari Allah : Orang yang menikah
karena ingin menjaga diri, mukatib (hamba sahaya yang ingin
memerdekakan diri) yang menepati janjinya, dan orang yang berperang di
jalan Allah."

11. Memperingatkan para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan harta danagama,
berfoya-foya dan senang-senang, suka melancong, danmenghambur-hamburka n
uang. Ingatkan pula bahwa menikah itu tidaklahmembutuhkan biaya yang sangat
besar, bahkan boleh jadi biaya yangdigunakan sekali jalan dalam melancong
adalah lebih besar daripadabiaya pernikahan.

12. Bagi yang telah lebih dahulu menikah hendaklah memberikanpengarahan yang
logis dengan penuh hikmah kepada para pemuda. Janganlahterlalu idealis di
dalam memilih pendamping hidup, cukuplah sabda NabiShallallaahu alaihi wa
Salam menjadi acuan di dalam hal memilih istri.Beliau mengatakan bahwa
wanita dinikahi karena empat hal dan beliaumenjadikan yang paling utama
adalah yang baik agamanya.

13. Memperingatkan keluarga dan kerabat agar jangan menunda-nundapernikahan
putri-putrinya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernahbersabda kepada
shahabat Ali Radhiallaahu anhu, "Tigaperkara wahai Ali, janganlah engkau
menunda-nunda, shalat jika telahmasuk waktunya, jenazah bila telah siap
dishalatkan, wanita sendirian
jika telah ada jodoh-nya." (HR. Ahmad).

14. Membentuk keluarga dan lingkungan yang baik dan Islami yangmengerti dan
bersungguh-sungguh dengan ajaran Islam. Sehingga dampaknyaadalah akan
memberikan dukungan yang besar terhadap berkembangnyaajaran dan sunnah Nabi
Shallallaahu alaihi wa Salam termasuk salahsatunya adalah menikah.

15. Memperingatkan para ibu dan bapak agar bersegera
menikahkanputra-putrinya jika telah siap. Karena menundanya terkadang
akanmemberikan dampak negatif berupa penyimpangan moral atau
terjadinyahubungan yang diharamkan. Dan sebagai orangtua tentu juga
memperolehdosa akibat kelalaian yang diperbuatnya.

Sumber : Kutaib "Ya Abbi Zawwijni" Abdul Malik al-Qasim.
Sumber : www.alsofwah.or.id

Cinta dan Waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.



Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat ke-b ingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. ementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam.

Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu. "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. "Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."

Kesempatan yg tersembunyi

Bila anda tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya anda melihat lagi langkah anda. Jangan-jangan anda tak melangkah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan. Kesalahan menuntun anda untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin anda untuk mengambil tindakan yang lebih baik.

Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus anda kerjakan. Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa anda. Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Colombus melakukan "kesalahan" yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika. Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti "kesalahan" tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah anda menganggapnya sebagai kesalahan?

Apakah Anda takut dengan kesalahan? Jika Anda takut maka berarti anda takkan pernah melakukan suatu apa... Melalui kesalahan Anda akan tahu sebab akibat yg terjadi... Dengan demikian.. anda bisa belajar dari kesalahan yg ada untuk tidak terulang lagi di kemudian hari... Hampir semua orang yg sukses.. berhasil dengan melakukan TRIAL & ERROR.

Doa Seorang Muslimah



Ya Rabbi,

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk meneladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar berotak cerdas.

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

***

Dan aku juga meminta:

Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan